Home Mamuju Besok Ipmapus Sulbar Akan Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Bupati Mamuju

Besok Ipmapus Sulbar Akan Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Bupati Mamuju

582
0
SHARE
Besok Ipmapus Sulbar Akan Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Bupati Mamuju

Keterangan Gambar : Pamplet seruan aksi Ipmapus Sulbar, rencanaya akan di gelar pada Senin (27/6/2022) besok.


ESENSI7.COM,MAMUJU- Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) Sulawesi Barat (Sulbar) akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (27/6/2022) besok.

Aksi unjuk rasa itu akan berlangsung di kantor Bupati Mamuju Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju.

Aksi itu merupakan bentuk lanjutan dari aksi pada dua minggu yang lalu, dimana sejumlah massa aksi merasa kecewa dengan sikap bupati Mamuju, Sutinah Suhardi.

Dimana orang nomor satu di Mamuju itu menjanjikan untuk audiensi bersama sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ipmapus Sulbar.

Audiensi itu rencanaya akan membahas beberapa tuntutan seperti penyaluran bantuan gempa bumi 6,2 magnitudo di 15 Januari 2021 lalu dengan gempa bumi 5,8 magnitudo 2022 ini.

Ketua Ipmapus Sulbar, Ali Mustakim mengatakan sudah dua minggu dijanjikan untuk audiensi membahas progres penanganan gempa, dan tuntutan lainya, namun selalu dibatalkan.

"Degan alasan yang tidak jelas, sehingga kami menganggap bahwa sikap bupati tidak konsisten terhadap tuntutan yang kami bawa untuk masyarakat," terang Takim kepada ESENSI7.COM, Minggu (26/6/2022).

Lanjut dia, Ipmapus Sulbar pun menyusun taklene mosi tidak percaya, dan melanjutkan aksi demonstrasi jilid dua.

Sebelumnya, IPMAPUS menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (15/6/2022) dua minggu lalu, mereka menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah Kabupaten Mamuju.

Tuntutan pertama mendesak pemerintah daerah menyalurkan bantuan korban gempa tahap dua, tuntuan kedua, memperjelas penerimaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Ketiga, mempertanyakan Alat kesehatan (Alkes) dari 2017 yang sampai hari ini masih berada di meje Kejati, keempat meminta kebijkasanaan Pemda Mamuju agar mengatasi banjir berbagai wilayah di Mamuju.

Ke lima ialah memperjelas kelanjutan proyek lenskep yang berada di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, ke enam meminta kebijaksanaan agar mempertimbangkan status penghapusan tenaga honorer.

Ke tujuh yaitu, meminta kejelasan kegunaan kartu Mamuju Keren yang sampai hari ini tidak jelas, dan terakhir, meminta pemerintah memperjelas alasan pemecetan aparat-aparat desa  di sebagian desa di Mamuju.(SLM).