Home Mamuju Pelatihan Psychological First Aid Digelar di Tambora Untuk Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran

Pelatihan Psychological First Aid Digelar di Tambora Untuk Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran

22
0
SHARE
Pelatihan Psychological First Aid Digelar di Tambora Untuk Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran

ESENSI7.COM TAMBORA-Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia menyelenggarakan pelatihan bertajuk “We’re Ready! Optimalisasi Mitigasi Bencana melalui Implementasi Tim Psychological First Aid pada Bencana Kebakaran di Wilayah Rawan Kebakaran Tambora” di Kantor Kelurahan Tambora. 

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lintas sektor.

Peserta kegiatan terdiri atas kader kesehatan, kader dasawisma, PKK, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Tambora.

Pada hari pertama, peserta menerima materi mengenai manajemen stres, pengenalan Psychological First Aid (PFA), serta tata cara pengisian format kunjungan rumah. 

Materi tersebut diberikan sebagai upaya meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan dukungan psikososial awal kepada masyarakat terdampak bencana kebakaran.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Prof. Dr. Mustikasari, S.Kp., MARS, menyampaikan bahwa dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam penanganan bencana, khususnya di wilayah padat penduduk dengan tingkat risiko kebakaran yang tinggi seperti Tambora.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Tambora, Dessy Pramudhita Hasry, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan psikososial masyarakat saat menghadapi situasi bencana.

Pada hari kedua, peserta melaksanakan praktik lapangan melalui kunjungan langsung ke rumah warga di kawasan rawan kebakaran. Dalam kegiatan tersebut, peserta menerapkan materi yang telah dipelajari, mulai dari komunikasi suportif, identifikasi stres psikologis, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat dan lintas sektor dalam menghadapi dampak psikologis akibat bencana kebakaran dapat semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat.

  • TAGS
Previous articleRapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Sulbar Periode Mei 2026, Sepakati Harga Berdasarkan Rendemen
Next article