
Keterangan Gambar : Suasana pembersihan dan penanaman 100 bibit pohon magrofe yang dilaksanakan para pemuda Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Minggu (26/6/2022).
ESENSI7.COM,MAMUJU-Karang Taruna Desa Maliaya,Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) gelar kegiatan bakti sosial, Minggu (26/6/2022).
Bakti sosial itu berupa pembersihan lingkungan disarana olahraga lapangan sepak bola yang berada tepat di bibir pantai Maliaya.
Dimana bibir pantai tersebut dipenuhi sampah yang berserakan yang dibawah gelombang ombak ke bibir pantai, yang mulai merusak lapangan sepak bola.
Selain pembersihan mereka juga menanam sedikitnya 100 bibit pohon mangrove dan ketapang sebagai penahan gelombang ombak disepanjang garis pantai.
Kegiatan itu turut melibatkan pemerintah desa, para pemuda, tokoh masyarakat, pemain elang putra hingga paranelayan dan petani yang bermukim di sekitar area tersebut.
Kerja bakti itu dilakukan mulai dari pagi hari, dan dilanjutkan hingga sore hari.
Pengurus Karang Taruna Desa Maliaya, MOh Ongki, mengatakan masyarakat juga mengisi pasir didalam karung, tujuanya sebagai penahan ombak dan di letakkan di sepanjang garis pantai.
"Dalam kegiatan kali ini, kami mengajak tokoh masyarakat, pemerintah desa, kepala dusun dan pengurus olahraga serta mpetani dan nelayan juga ikut sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan sekitar," terang Moh. Ongki dalam rilis yang diterima.
Dikatakan fasilitas olahraga yang ada di Desa Maliaya dan lingkungan sekitar semakin hari semakin rusak, sehingga kegiatan itu dilaksanakan.
Tujuanya untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, akibat hantaman gelombang ombak, karung yang berisi pasir itu diharap mampu meminimalisir hantaman ombak.
Sementara itu, Ketua Umum Karangtaruna Desa Maliaya, Kardy mengatakan kegiatan bakti sosial itu terus akan dimassifkan selama periode kepengurusanya.
Mengingat kondisi daerahnya yang seringkali dilanda musibah, ia pun berharap para pemuda lebih peka lagi terhadap lingkungan sosial sekitarnya.
"Siapa pun yang membutuhkan bantuan, kami para pemuda siap untu ikut terlibat, kami sepakat mengintruksikan seluruh pemuda harus peka terhadap kondisi sosial hari ini," terang Kardy.
Lanjut dia, semoga lewat bakti sosial itu, menjadi perhatian para pemangku kebijakan di pemerintah Kabupaten Majene, utamanya bupati Majene.
"Dewan perwakilan rakyat harus membuka mata dan hatinya yang jelas, masalah abrasi ini akan menjadi tolak ukur gagal dan sukses pemangku kebijakan," lanjutnya.
"Ketika persoalan itu kemudian tidak ada perhatian, maka kami segelintir pemuda akan berpikir keras untuk mereka lanjut ke periode selanjutnya," tambahnya.
Pihaknya pun berterimahkasih kepada seluruh elemen masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan bakti sosial itu, ia berharap semoga kegiatan itu bernilai ibadah.(NF)









LEAVE A REPLY