Home Mamuju Terkait Polemik Di Mamasa, Ini Harapan Ketua HMI Badko Sulselbar

Terkait Polemik Di Mamasa, Ini Harapan Ketua HMI Badko Sulselbar

388
0
SHARE
Terkait Polemik Di Mamasa, Ini Harapan Ketua HMI Badko Sulselbar

ESENSI7.COM MAMUJU-

Pergantian Yakub F Solon ke Muhammad Zain dinyatakan resmi setelah melakukan pelantikan pada Senin 8 Januari 2024, Polemik pergantian PJ Bupati di Kabupaten Mamasa tersebut menuai respon dari beberapa pihak. 

Muh. Ahyar selaku ketum HMI Badko Sulselbar saat dihubungi via whatsapp menyampaikan bahwa Ia menitipkan harapan kepada PJ Bupati yang baru agar dapat menyelesaikan segala masalah yang ada di Mamasa.

“Tentu kita berharap PJ yang baru harus fokus pada penyelesaian masalah yang terjadi di Mamasa. Sehingga harapan-harapan masyarakat, harapan-harapan pihak yang merasa belum mendapatkan haknya itu segera terselesaikan dan tentu kami juga menyampaikan harapan kepada pak Yakub Salon untuk menghargai segala keputusan Menteri Dalam Negeri atas pergantian beliau sebagai PJ Bupati Mamasa karena memang semua kewenangan proses pergantian dan penetapan seorang PJ itu ada di tangan Menteri Dalam Negeri” Terangnya.

Ahyar menekankan Yakub sebisa mungkin bisa menjadi tokoh yang mampu memberikan arahan positif kepada masyarakat “dan meredam segala hal-hal yang dapat membuat Kamtibmas di wilayah Mamasa tidak kondusif”Terangnya.

“Jika masyarakat  menginginkan  pak Yakub Salon menjadi bupati Mamasa silahkan masyarakat bisa mengusung beliau di Pilkada Mamasa nantinya, karena soal keputusan pengangkatan dan pergantian PJ Bupati  itu sepenuhnya kewenangan Menteri Dalam Negeri, bukan keinginan pak Yakub salon sendiri” Lanjut Ahyar.

“Saya mengutip sebuah pesan bijak dari seorang tokoh kita KH. Abdurahman Wahid atau yg biasa kita kenal dengan panggilan "Gusdur" bahwa "tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian” ,

“Kami berharap kepada Aparat Keamanan bisa memberikan atensi penuh dalam menjaga ketertiban masyarakat di Mamasa. Dan tidak segan-segan melakukan penindakan kepada pihak-pihak yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Mamasa apa lagi menghasut masyarakat untuk melakukan upaya melawan hukum” Tutup Ahyar.