ESENSI7.COM MAMUJU-
Pergusuran terhadap pedagang pasar baru mamuju yang di lakukan oleh pihak Pemkab yakni Dinas Perdagangan sekitar 10 Bulan yang lalu disebabkan akan dilakukannya pembangunan oleh dinas perdagangan dan PT. Duta pratama pada area lahan yang di tempati para pedagang terkhusus pedagang buah dan makanan, Kamis (07/03/2024).
Lahan tersebut telah di pihak ketigakan kepada PT. Duta pratama untuk pembangunan pusat kuliner dan oleh-oleh pasar regional Mamuju.
Dinas Perdagangan berencana menata areal tersebut yang kini telah dipihak ketigakan itu.
Audry Aqsa selaku Kabid Wacana dan Advokasi HMI Mamuju menanyakan keberlanjutan pembangunan tersebut, “Sampai hari ini pembangunannya belum ada yang nampak, yang berubah hanya pagar batas biru yang mengelilingi lahan tersebut, dan juga di dalamnya masih tidak berubah sedikitpun” Ungkap Udry.
“Padahal Nestapa pergusuran terjadi 1 tahun lalu, masyarakat pedagang buah dan sayuran bahkan beberapa kali melakukan protes atas niat Bupati Mamuju melakukan pergusuran, setidaknya ada dua kali bertemu dengan Bupati dan Wakil Rakyat mereka di DPRD Kabupaten Mamuju, sedikit pun kebijaksaan muncul dari pemangku kebijakan tak nampak”,
Udry menyampaikan “Kecurigaan masyarakat timbul, jangan sampai ada problem yang terjadi antara pihak Pemkab yang bersangkutan dengan Perusahaan, yang kemudian menyebabkan terjadi mangkrak pembangunan yang rencananya akan di bangun pasar pusat oleh oleh dan kuliner” Sambung Udry.
“Dimana Bupati Mamuju?Dimana DPRD kita?Jangan mulutnya terbuka saat mau makan dan membuat janji manis saja, hal seperti ini adalah kerja kerja mereka. Saya juga berharap APH segera telusuri masalah pembangunan di pasar baru” Tutup Udry.









LEAVE A REPLY