Home Mamuju Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UNM Makassar Krtik Logo Perigatan Hari Jadi Mamuju ke-482

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UNM Makassar Krtik Logo Perigatan Hari Jadi Mamuju ke-482

1,458
0
SHARE
Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UNM Makassar Krtik Logo Perigatan Hari Jadi Mamuju ke-482

Keterangan Gambar : Logo hari jadi Mamuju ke-482.

 

ESENSI7.COM, MAMUJU- Logo hari jadi Mamuju ke-482 mendapat sorotan dari Cah Fikri, salah satu mahasiswa Universitas Negeri Makassar Fakultas Seni dan Desain, jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Dalam rilis yang diterima, mahasiswa yang baru duduk di semester 5 itu, mengungkapkan 8 poin kekuragan dalam logo Mamuju ke-482 itu.

Mulai dari simplicity, warna, format, typeface, supergrafis, grapic standard manual, varian hingga tehnik pembuatan logo.

"Dalam kesempatan ini saya ingin memberikan tanggapan sebagai mahasiswa desain. Dalam proses pembuatan sebuah karya rancangan atau desain tentu memiliki disiplin ilmu, termasuk dalam perancangan sebuah logo," ujar Cah Fikri dalam rilis yang diteriam, Jumat (15/7/2022).

Dijelaskan ada begitu banyak aspek yang perlu perhatikan secara seksama dan hati-hati dalam sebuah pembuatan logo. Karena kata dia, logo merupakan wajah dari segala sesuatu yang dibuat. Logo dapat merepresentasikan nilai kultural, moral, sifat, demografi dan geografi.

"Jika melihat dari logo di atas (Mamuju ke-482) masih banyak perlu dibenahi kedepannya, logo diatas terlihat sangat rumit dan terlalu variatif. terdapat banyak sekali bentuk (shape) yang tidak berarti apa-apa. saya sulit menemukan makna air di bawah angka 482," lanjutnya.

Dikatakan alih-alih terlihat sebagai ombak untuk merepresentasikan laut justru lebihseperti air yang mengalir, yang mana secara geografis Mamuju merupakan daerah pinggiran pantai.

Dia juga mempertanyakan bagaimana logo ini dibuat, apakah logo ini memiliki graphic standard manual (GSM). karena, menurutnya jika dilihat dari logonya seperti dibuat tanpa sketsa.

Hal itu lanjut dia, dilihat dari tidak rapinya pembuatan bagian air dan angka 482. Belum lagi penggunaan pattern yang tidak tepat menambah kekurangan dari logo ini. 

"Jika ingin menggunakan pattern sebaiknya digambar secara manual tidak serta merta memasukkan pola kedalam suatu objek terlebih polanya memiliki tekstur dari kainnya. sungguh sangat tidak harmonis untuk dilihat," tuturnya.

Mahasiswa dari Mamuju itu mengatakan begitu banyak hal yang dibuat tanpa perhitungan dan alasan rasional. sangat perlu diperbaiki untuk proses brainstorming ide untuk kedepannya.

Penggunaan warna yang tidak tepat, tanpa perhitungan, tidak menggunakan teori dan psikologi warna. Warna orange yang dibuat tanpa ada maksud yang jelas, penggunaan warna hijau kekuning juga tidak dapat dimaknai apapun. benar-benar sesuatu yang krusial dalam desain logo.

"Format yang salah, apa makna dari th? tahun?atau ordinal number? penulisan th benar-benar ga tepat. karena jika memang ingin memasukkan kata tahun seharusnya cukup tulis saja “TAHUN’” tidak usah memakai “th” karena dalam ordinal number di bahasa Inggris “Th” berarti bilangan akhiran 3 dan seterusnya hingga 9," paparnya.

Dikatakan hari jadi merupakan event yang besar, tidak menutup kemungkinan ada pelancong asing yang hadir. Apabila pelancong asing hadir kemudian melihat logo tersebut pasti dia setuju logo ini formatnya salah. Desain logo haruslah lugas dan berani.

Lebih lanjut, typeface dari logo itu juga sama buruknya dengan poin sebelumnya. alasannya yaitu lagi-lagi dibuat tanpa pertimbangan, pertama ; typeface nya tidak konsisten, ada yang ujungnya rounded ada yang ujungnya sharp, tidak konsisten dan tidak memiliki makna apapun, kedua, typeface nya tidak mengandung nilai apapun, betul-betul hanya sebagai pelengkap estetika saja, padahal typeface merupakan entitas, tapi didesain logo ini tidak lebih dari sebuah pelengkap informasi.

Supergrafis logo dibuat tanpa disiplin ilmu apapun. setelah mencari-cari sumber logo ini tidak memiliki supergrafis. ini sangat mengecawakan, untuk sebuah kota yang berumur hampir 5 abad ini sangat mengecewakan. sudah hampir 5 abad dilalui tapi logo ini dibuat tanpa supergrafis. hasilnya apa? orang memakai logo ini tidak memiliki tidak lebih dari menempel sebuah gambar kecil di pamfletnya. tidak ada entitas apapun pada logo ini.

Graphic standard manual (GSM) logo ini tidak memiliki standarisasi dalam implementasinya. Dapat dibuktikan tidak tersedianya GSM. orang memakai logo ini bakal semena-mena dan asal tempel, tanpa ada GSM, logo ini akan dieksploitasi dengan berbagai kesalahan.

Tidak ada varian opsional dari logo. jadi logo hanya memiliki satu jenis bentuk saja. tidak bisa digunakan dalam berbagai keadaan atau desain tertentu.

Teknik pembuatan logo terlihat sangat tidak profesional. bisa dilihat output logonya sangattidak rapi, penggunaan shading yang tidak rapi cenderung asal gores. ada banyak teknik yang bisa dicoba dalam pembuatan logo. harusnya logo bisa dibuat lebih sederhana dengan membuat warna lebih flat dengan sedikit bayangan untuk memberikan dimensi. tapi sepertinya logo ini memang dibuat tanpa sketsa jadi wajar saja hasilnya sangat tidak rapi.(SLM).